Kegiatan dalam ICT terdiri dari collect (mengumpulkan), store (menyimpan), edit (menyunting), process (mengolah),
transmit (mengirimkan informasi dalam
berbagai bentuk).
Mengapa
menggunakan ICT?
ICT digunakan untuk beberapa alasan
yaitu:
1. Dapat mempermudah proses belajar mengajar (PBM)
2. Dapat menjadikan materi abstrak menjadi kongkrit
3. Materi sulit jadi mudah dipahami
4. Mempermudah visualisasi dan simulasi
5. Menjadikan pembelajaran interaktif dengan
multimedia
6. Kekuatan hypertext
(dibandingkan dengan buku)
7. Memudahkan memilih, mensintesa, dan mengkolaborasi
8. Dapat mengakomodasi siswa yang lamban
9. Penggambaran ulang objek belajar dan pola pikir
siswa
10. Menigkatkan daya ingat siswa dengan belajar secara
multimedia.
Apa
ancaman menggunakan ICT?
Dampak negatif penggunaan ICT ini
adalah:
1. Ketergantungan bagi pengguna ICT
2. Dapat terjadi penyalahgunaan/penyimpangan/hoax
Dampak negatif
ini dapat diminimalisir dengan cara melakukan trianggulasi informasi yang
diterima. Artinya apapun informasi yang diterima harus dichek kembali
kebenarannya.
Manfaat ICT untuk edukasi:
1. Memberikan kesempatan belajar bagi semua orang
2. ICT dan perkembangan terakhir (vision)
3. ICT/e-learning
salah satu cara mengatasi masalah pendidikan
4. Pembelajaran lebih menarik dan interaktif
5. Pembelajaran jarak jauh.
Aspek-aspek
Pembelajaran Berbasis ICT:
1. Efektif dan efisien dalam pengembangan maupun
penggunaan media pembelajaran
2. Reliable (handal)
3. Maintable (dapat dikelolah dengan mudah)
4. Usabilitas (mudah digunakan dan sederhana dalam
pengoperasiannya)
5. Ketepatan pemilihan jenis aplikasi untuk
pengembangan
6. Kompabilitas (media pembelajaran dapat dijalankan
diberbagai hardwere dan softwere yang ada)
7. Pemaketan program media pembelajaran terpadu dan
mudah dalam eksekusi
8. Dokumentasi program media pembelajaran yang
lengkap meliputi: petunjuk intalasi (jelas,singkat, lengkap),troble shooting (jelas, terstruktur, dan
antisipatif), desain program (jelas, menggambarkan alur kerja program)
9. Reusable (sebagian atau seluruh program media pembelajaran
dapat dimanfaatkan kembali untuk mengembangkan media pembelajaran lain).
Fungsi
ICT Sebagai Gudang Ilmu:
1. Referensi penelitian terkini (internet based content)
2. Manajemen pengetahuan (knowledge management)
3. Jaringan pakar beragam bidang ilmu (comunity of internet network)
4. Jaringan antar institusi pendidikan (education institution)
5. Pusat pengembangan materi ajar
6. Wahana pengembangan kurikulum
7. Komunitas perbandingan standar kompetensi.
Menurut aulia bisa gak persamaan kuadrat disajikan dalam bentuk konkrit dengan memanfaatkan ict? Jelaskan!
BalasHapusMenurut aulia bisa gak persamaan kuadrat disajikan dalam bentuk konkrit dengan memanfaatkan ict? Jelaskan!
BalasHapusMenurut saya bisa saja, tergantung kreatifitas seorang guru
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTerima kasih ata prtanyaannya kk. Menurut saya materi persamaan kuadrat dapat disajikan dlm bntuk konkrit dgn menyajikannya dalam bentuk masalah kehidupan sehari2 yg berkaitan dengan konsep persamaan kuadarat. Contoh masalahnya yaitu Seorang anak berdiri di atas tebing yang memiliki ketinggian 5 m dari permukaan tanah, melempar bola ke atas dengan kecepatan awal 20 m/s (anggap bola dilepaskan ketika berada 1 m di atas permukaan tebing di mana anak tersebut berdiri). Tentukan (a) tinggi bola setelah 3 detik, dan (b) waktu yang dibutuhkan agar bola tersebut sampai di permukaan tanah.
BalasHapusPembahasan Dengan menggunakan informasi yang diberikan soal, kita memperoleh h = –5t2 + 20t + 6. Untuk menentukan tinggi bola setelah 3 detik, substitusikan t = 3 ke dalam persamaan tersebut. Dst. Dan masih banyak lagi contoh2 yg lain. Nah masalah ini dapat kita sajikan dengan memanfaatkan ict sebagai contoh membuat masalah ini dalam bentuk animasi atau gambar sehingga membuat siswa paham bagaimana penyelesaiannya. Sblm menyajikan masalah pers. Kuadrat ini pastikan bhwa siswa sdh memahami konsep pers. Kuadrat dan cara menyelesaikannya. Sekian pendapat saya. Terima kasih :)
AULIA Saya mau bertanya, bagaimanakah realisasi dari manfaat penggunaan ICT dalam pembelejaran dari point "Memberikan kesempatan belajar bagi semua orang"? sedangkan seperti yang kita tahu belum tentu semua orang mampu menggunakan atau memiliki media ICT?
BalasHapusTerima kasih atas pertanyaannya. memberikan kesempatan belajar bagi semua orang dengan menggunakan ict ini tentunya bagi orang-orang yang yang mampu menggunakan ict tersebut. seperti misalnya orang-orang yang sedang sakit. ia tetap bisa belajar dengan menggunakan ict misalnya dengan e-learning. untuk orang yang belum mampu menggunakan ict tentu blm bisa belajar dengan menggunakan ict. kita analogikan seperti ini, kopi hanya bisa dinikmati oleh orang-orang yang suka kopi. bagi orang yang mtdk bisa minum kopi tentu tidak dapat merasakan atau menikmati kopi, buukan? nah seperti itu lah ict. terima kasih.
Hapusmenambahkan dari pendapat aulia, Memberikan kesempatan belajar bagi semua orang, orang yang mana? orang yang mempunyai keinginan untuk belajar. jika belum bisa menggunakan ICT dia mau belajar menggunakannya, jadi orang bisa belajar kapanpun dan di mana saja, ketika belum memiliki media orang tersebut bisa belajar di warnet yang tidak membutuhkan biaya yang besar untuk menggunakannya.
Hapusiya setuju dengan pendapat kk suci. dimana ada kemauan disana ada jalan. belum mampunya seseorang menggunakan ict jika ia memiliki kemauan belajar yang tinggi ini tentu bukanlah alasan bagi dia untuk tidak belajar, artinya ini kembali lagi kepada individu masing-masing, ingin belajar atau tidak. terima kasih
HapusAuliya, sebagai seorang guru dijenjang apa seorang guru sudah harus memperkenalkan ict kepada muridnya? Trus bagaimana cara nya agar dampak negatif pada penggunaan ict bisa terhindarkan, seperti kecanduan menggunakan teknologi?
BalasHapusterima kasih atas pertanyaannya kk. seorang guru bisa memperkenalkan ict sedini mungkin kepada siswanya. terlepas dari itu siswa di zaman sekarang rasanya sudah mengenal ict malah lebih baik dari pada gurunya. untuk menghindari dampak negatifnya, guru dan orang tua bersama-sama melindungi anaknya dan mengontrol kegiatan anak bersama ict. terima kasih
Hapuskalu menurut saya mengenal kan Ict sdini mungkin akan cobtohnya sekarang ini sudah banyak aplikasi belajar anak anak berhitung membaca bahkan mengaji, akan tetapi menggunakan ICT harus dengan pengawasan orang tuanya ataupun gurunya.
HapusAulia, salah satu meminimalisir dampak negatif penggunaan ict adalah dgn melakukan trianggulasi data, bisa aulia jelaskan dgn lebih rinci bgaimana cara melakukan triangulasi informasi tsb. Terimakasih.
BalasHapusSeperti yg kita tahu bhwa ada 3 mcm trianggulasi yaitu trianggulasi waktu, trianggulasi teknik, dan trianggulasi sumber. Nah untuk meminimalisir dmpak megatif ict misalny berita hoax. Kita bs melakukan slh satu atau lbh trianggulasi trsebut. Contoh kita mndpatkan berita melalui media sosial bhwa trjadi pembantaian disuatu tempat. Nah kita bs melakukan trianggulasi teknik dgn mncari informasinya di tv atau media sosial lainnya yg dpt dipercaya keakuratan beritanya. Atau kita bs melakukan trianggulasi sumber dgn bertanya lngsung kpda org2 yg trlibat atau yg berada ditempat kejadian bila dirasa perlu. Dan dikemudian hari kita bs mengecek berita yg kita dpt dg triamggulasi waktu. Bhwa saat itu mmg trjadi pmbantai di tempat trsebut misalnya. Inti nya kita hrs waspada dan tdk mudah prcya akan berita yg kita peroleh sblm diketahui kebenaran ny. Dan tdk dgn mudah membagikan berita2 trsebut. Terima kasih.
HapusAulia, berdasarkan teori diatas, ada 9 aspek dalam pembelajaran ict. Salah satunya adalah kompabilitas yaitu bisa dijalankan di software maupun hardware manapun. Lalu bgaimana kalau kita mmbuat media yg mnggunakan aplikasi, dan media itu hnya bisa dibuka di komputer yg memiliki aplikasi trsbut, lalu apakah media kita blm bisa dikatakan media berbasis ict?
BalasHapusMohon izin menjawab. kak, jika masalahnya tersebut, maka kompabilitas dalam pembuatan media juga wajib diperhatikan karena jika kita telah membuat media tetapi belum bisa digunakan di manapun maka belum baik media yang kita buat, nah media yang belum memeneuhi prinsip kompabilitas maka media ini belum dikatakan full media ICT. Terimakasih
HapusIya setuju dgn pendapat sutrimo. Artinya media trsebut perlu dilakukan perbaikan. Sehingga siswa dpt dgn mudah dimanapun dan kpn pun menggunakan media trsebut. Jika aplikasi ny hny dibbrpa komputr artinya kita perlu mengupload aplikaso trsebut agar siswa2 yg ingin belajar dpt mendownload aplikasi yg kita buat sehingga dpt digunakan dimanapun dan kpn pun trimakasih
BalasHapusAssalamualaikum,
BalasHapusAulia, Salah satu alasan kita untuk menggunakan media berbasis ICT adalah dapat menjadikan materi abstrak menjadi kongkrit, sejauh ini apakah ada materi matematika yang belum bisa di contohkan secara konkrit?
Waalaikumsalam kk. terima kasih atas pertanyaannya. menurut saya masih terdapat materi yang belum bisa dicontohkan secara konkrit contohnya trigonometri terkhusus untuk rumus pada trigonometri seperti perkalian sinus dan cosinus. terima kasih
HapusIzin menanggapi..kalau belum ada ctoh kongkretnya bgaiamna guru menjelaskan kpada siswa berdasarkan maslah kontekstual sdangkan mslh kontekstual yg dicontohkan tdak ada?
Hapusnah menurut saya guru bisa mengaitkannya dengan menyajikan masalah konkrit asal dari trigonometri misalnya sin dan cos bisa dari pythagoras. contoh konkrit phtagoras: tangga yang disandarkan kedinding diketahui tinggi dinding dan alas serta sudutnya. nah guru bisa menanyakan perkalian, penjumlahan dari trigonometri yang terdapat pada segitiga yang dibuat oleh tangga yang bersandar ke dinding tersebut. terima kasih
HapusPenggunaan ICT salah satunya ialah Materi sulit jadi mudah dipahami.
BalasHapusNah, bagaimana dengan siswa yang memang tidak menyukai matematika. Dengan penjelasan langsung saja siswa susah memahami apalagi dengan penggunaan ICT.
Bagaimana cara guru agar meminimalisir kesulitan siswa tersebut?
Terimakasih
Terima kasih atas pertanyaannya kk. menurut saya jika siswanya memang tidak menyukai matematika perlu kita pelajari terlebih dahulu penyebab kenapa tidak suka, kita dekati dia, dan motivasi dia bahwa matematika itu tidak sulit, matematika itu mudah jika dia mau memahaminya. nah setelah siswa tersebut sudah terbuka hatinya untuk mencoba mempelajari matematika sebagai guru, kita kemas materi matematika semenarik mungkin bisa dengan menggunakan ict. jika kk berasumsi "penjelasan langsung saja siswa susah memahami apalagi dengan penggunaan ICT" menurut saya ict tidak susah dipahami apalagi oleh anak-anak dizaman sekarang yang hidupnya saja sudah sangat dekat dengan ict, justru dengan menggunakan ict mereka akan lebih tertarik untuk belajar. terima kasih.
Hapusbagaimana kalau kita mengajar siswa yang berkebutuhan khusus tentu tidak bisa kita samakan media dengan siswa yang biasa. yang ingin saya tanyakan bagaimana contoh media untuk anak berkebutuhan khusus?
Hapusiya benar tentu tidak bisa disamakan medianya untuk siswa yang normal. untuk siswa yang berkebutuhan khusus tentu medianya pun juga didesain khusus contohnya alat hitung untuk siswa normal adalah kalkulator biasa nah sedangkan untuk siswa berkebutuhan khusus juga kalkulator namun Kalkulatornya berupa kalkulator elektronik kecil yang menyediakan masukan/entri maupun output dalam bentuk suara ini khusus untuk tuna netra misalnya. dan untuk siswa dengan kebutuhan khusus lainnya media pembelajaran didesain menyesuaikan dengan kemampuan siswa tersebut. terima kasih
Hapusizin bertanya aulia<
BalasHapusbagaimana caranya meminimalizir dampak negatif penerapan ICT ini pada proses pembelajaran ini?
menurut saya guru dan orang tua bersama-sama melindungi anaknya dan mengontrol kegiatan anak bersama ict. kemudian untuk didalam kelas guru dapat membatasi siswa menggunakan ict, misalnya hanya boleh menggunakan laptop bukan hp, kalau laptopkan lebih besar layarnya jadi terlihat jelas kegiatan siswa dengan ictnya. terima kasih
Hapusjadi disini diperlukan peran guru dalam merencakan pembelajaran dengan baik menggunakn media, sehingga nantinya dalam proses pembelajran tidak ada siswa yng mngerjakan hal lain saat kita mngejarkan dnegan media
HapusAssalamualaikum Aulia
BalasHapusBagaimana cara mengtrianggulasi informasi yang kita terima dengan bijak dan efesien
Terimakasih
Waalaikumsalam kk
HapusSeperti yg kita tahu bhwa ada 3 mcm trianggulasi yaitu trianggulasi waktu, trianggulasi teknik, dan trianggulasi sumber. Nah untuk meminimalisir dmpak megatif ict misalny berita hoax. Kita bs melakukan slh satu atau lbh trianggulasi trsebut. Contoh kita mndpatkan berita melalui media sosial bhwa trjadi pembantaian disuatu tempat. Nah kita bs melakukan trianggulasi teknik dgn mncari informasinya di tv atau media sosial lainnya yg dpt dipercaya keakuratan beritanya. Atau kita bs melakukan trianggulasi sumber dgn bertanya lngsung kpda org2 yg trlibat atau yg berada ditempat kejadian bila dirasa perlu. Dan dikemudian hari kita bs mengecek berita yg kita dpt dg triamggulasi waktu. Bhwa saat itu mmg trjadi pmbantai di tempat trsebut misalnya. Inti nya kita hrs waspada dan tdk mudah prcya akan berita yg kita peroleh sblm diketahui kebenaran ny. Dan tdk dgn mudah membagikan berita2 trsebut. Terima kasih.
izin bertanya, media pembelajaran ict sepertinya sangat penting dalam pembeljaran matematika, bagaima baiknya dalam pengajaran? apakah full mngajar dengan media?
BalasHapus